slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacor Ini Alasan Dibalik 18 November Ditetapkan sebagai Hari Sawit Nasional – Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
Kamis, 30 April 2026
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
KONTAK KAMI ➤
No Result
View All Result
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia

Ini Alasan Dibalik 18 November Ditetapkan sebagai Hari Sawit Nasional

Mitrasari Prima by Mitrasari Prima
Rabu, 19 November 2025
0 0
0
Ini Alasan Dibalik 18 November Ditetapkan sebagai Hari Sawit Nasional

InfoSAWIT, JAKARTA – Di banyak tempat di Indonesia, 18 November bukanlah tanggal yang menonjol dalam kalender umum. Namun bagi dunia perkebunan kelapa sawit. hari itu memiliki makna emosional sekaligus historis. Setiap tahun, para pelaku industri mulai dari. pereliti, petani, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan pemerintah-memperingati Hari Sawit Nasional. Sebuah ritual yang dimulai hukan dari gedung- gedung kementerian, melainkan dari halaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan pada 18 November 2017.

Di sanalah Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI). bersama para tokoh industri sawit, membahas satu. pertanyaan mendasar: kapankah sesungguhnya sejarah komersialisasi kelapa sawit modern di Indonesia bermula? Jawaban itu ditemukan tidak di ruang rapat, melainkan dari lembaran buku tua yang ditulis seorang ahli bernama Hunger pada 1924.

Dalam literatur tersebut, tercatat bahwa pada 18 November 1911, kelapa sawit untuk pertama kalinya ditanam bukan lagi sebagai tanaman hias, tetapi sebagai komoditas komersial di Nusantara. Momentum itulah yang kemudian dianggap sebagai titik awal perjalanan panjang sawit Indonesia-yang kelak menjelma menjadi industri strategis bernilai ratusan triliun rupiah.

BacaJuga

Mengenal Bunga Sawit, Kunci Pembentukan Buah dan Produktivitas TBS

Februari-Maret 2026 Tiga Serangga Penyerbuk Sawit Baru Diharapkan Sudah Bisa Dilepas

Emisi Avtur dari Limbah Cair Sawit Lebih Rendah 79,6 Persen

Cara Mendirikan Kelompok Tani di Indonesia: Syarat dan Prosedur

Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi

Sejak itulah, 18 November ditetapkan sebagai Hari Sawit Nasional. Bukan sekadar perayaan, melainkan ajakan untuk menengok sejarah, sekaligus momen untuk memeriksa masa depan industri yang menopang hidup jutaan keluarga petani ini.

Seiring berjalannya waktu, industri kelapa sawit Indonesia tumbuh dengan pela lantangan yang semakin rumit. Di satu sisi, kontribusi ckonominya sulit dibantah. Sawit memasok devisa besar, membuka lapangan pekerjaan. dan menjadi bahan baku energi terbarukan seperti biodiesel. Dalam delapan tahun terakhir, perannya kian menguat.

Namun di sisi lain, industri sawit tak pernah lepas dari kritik. Isu lingkungan menjadi yang paling sering menyeruak mulai dari deforestasi, degradasi habitat, hingga konflik agraria. Karena itulah Hari Sawit Nasional. semakin penting sebagai ruang refleksi, sejauh apa komitmen industri ini untuk berubah?

Salah satu tonggak perubahan itu hadir melalui kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dirilis pemerintah pada 2011. Sertifikasi ini menjadi standar keberlanjutan nasional, sekaligus upaya mengangkal citra sawit Indonesia di pasar global.

Menurut pantauan InfoSAWIT komitmen menuju sawit berkelanjutan paling terlihat dari pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Sekitar 85% anggotanya kini telah mengantongi sertifikal ISPO. Ketua Umur GAPKI, Eddy Martono, mengatakan upaya peningkatan kepatuhan terus dilakukan, termasuk dengan membuka kembali klinik ISPO untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang dihadapi perusahaan.

Namun di kalangan petani, situasi berbeda. Dala Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Forlasbi) menunjukkan bahwa petani bersertifikat ISPO maupun RSPO masih terkonsentrasi di tujuh provinsi: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Totalnya baru sekitar 51 kelompok tani dengan luas lahan sekitar 33 ribu hektare-hanya 0,2% dari total 6,5 juta hektare lahan sawit petani. Dalam konteks ini, target penerapan ISPO wajib bagi petani pada 2025 sebagaimana diamanatkan Perpres 44/2020 menjadi Lantangan yang sangat besar.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Sekretariat Komite ISPO mulai menyederhanakan syarat bagi petani. Hanya empat yang dipertahankan: Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan (STDB), bukti kepemilikan lahan, keberadaan tim Internal Control System (ICS), serta Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

Hari Sawit Nasional pada akhirnya bukan sekadar penanda sejarah 18 November 1911. la adalah pengingat bahwa perjalanan sawil Indonesia belum selesai. Baliwa industri ini masih harus bertransformasi agar mampu berdiri seimbang antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dengan komitmen bersama pemerintah, pelaku usaha, peneliti, hingga petani-sawit Indonesia bukan hanya dapat menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga pionir dalam model pembangunan berkelanjutan. Dan mungkin, itulah makna terdalam dari perayaan 18 November. sebuah janji untuk terus memperbaiki, berinovasi, dan memastikan bahwa keberlanjutan tidak berhenti menjadi slogan, tetapi menjadi budaya. (T2)

Sumber Berita : Infosawit.com

Previous Post

RI Siapkan Avtur Ramah Lingkungan Berbasis Sawit, Airlangga: Energi Masa Depan Ada di Tangan Kita

Next Post

Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi

BERITA Terkait

Mengenal Bunga Sawit, Kunci Pembentukan Buah dan Produktivitas TBS
Berbagi

Mengenal Bunga Sawit, Kunci Pembentukan Buah dan Produktivitas TBS

Senin, 26 Januari 2026
0
Februari-Maret 2026 Tiga Serangga Penyerbuk Sawit Baru Diharapkan Sudah Bisa Dilepas
Dunia Sawit

Februari-Maret 2026 Tiga Serangga Penyerbuk Sawit Baru Diharapkan Sudah Bisa Dilepas

Senin, 5 Januari 2026
0
Emisi Avtur dari Limbah Cair Sawit Lebih Rendah 79,6 Persen
Dunia Sawit

Emisi Avtur dari Limbah Cair Sawit Lebih Rendah 79,6 Persen

Jumat, 12 Desember 2025
0
Cara Mendirikan Kelompok Tani di Indonesia: Syarat dan Prosedur
Edukasi

Cara Mendirikan Kelompok Tani di Indonesia: Syarat dan Prosedur

Sabtu, 29 November 2025
0
Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi
Informasi

Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi

Jumat, 21 November 2025
0
RI Siapkan Avtur Ramah Lingkungan Berbasis Sawit, Airlangga: Energi Masa Depan Ada di Tangan Kita
Edukasi

RI Siapkan Avtur Ramah Lingkungan Berbasis Sawit, Airlangga: Energi Masa Depan Ada di Tangan Kita

Selasa, 18 November 2025
0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. Mitrasari Prima
PT. Mitrasari Prima

BERITA POPULER

  • Pimpinan Perusahaan Mitrasari Prima & Agritasarii Prima, saat memberikan bantuan pendidikan.

    Perusahaan Mitrasari Prima & Agritasari Prima Peduli Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asal Muasal China Kembangkan Bibit Sawit Unggul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Pentingnya Berondolan Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palm Co Rencana IPO Akhir Tahun, Siap Bangun Pabrik Biodiesel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jatah Ekspor Minyak Sawit Kembali Dipangkas per 1 Mei 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Mengenal Bunga Sawit, Kunci Pembentukan Buah dan Produktivitas TBS

Mengenal Bunga Sawit, Kunci Pembentukan Buah dan Produktivitas TBS

Senin, 26 Januari 2026
0
Februari-Maret 2026 Tiga Serangga Penyerbuk Sawit Baru Diharapkan Sudah Bisa Dilepas

Februari-Maret 2026 Tiga Serangga Penyerbuk Sawit Baru Diharapkan Sudah Bisa Dilepas

Senin, 5 Januari 2026
0
Emisi Avtur dari Limbah Cair Sawit Lebih Rendah 79,6 Persen

Emisi Avtur dari Limbah Cair Sawit Lebih Rendah 79,6 Persen

Jumat, 12 Desember 2025
0
Cara Mendirikan Kelompok Tani di Indonesia: Syarat dan Prosedur

Cara Mendirikan Kelompok Tani di Indonesia: Syarat dan Prosedur

Sabtu, 29 November 2025
0
Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi

Dabeeo Usung Teknologi AI untuk Pemetaan Kebun Sawit Berkecepatan Tinggi

Jumat, 21 November 2025
0
Load More
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia

© 2022 PT. Mitrasari Prima. All Rights Reserved.

PT. Mitrasari Prima

  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Video

© 2022 PT. Mitrasari Prima. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Pola Gacor Scatter Hitam