Bali, SAWIT INDONESIA – PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia memperkenalkan solusi pemetaan geospasial berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk sektor perkebunan dalam ajang Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Bali. Perusahaan asal Korea Selatan itu berkomitmen bahwa teknologi mereka mampu mempercepat proses analisis kebun tanpa mengganggu operasional di lapangan.
Head of Business Development Dabeeo Indonesia, Rizky Dantri, mengatakan teknologi yang mereka gunakan berfokus pada pemrosesan citra satelit beresolusi tinggi untuk menghitung jumlah pokok, luasan areal, hingga menganalisis kesehatan tanaman secara otomatis.
“Kami bekerja sama dengan dua perusahaan satelit global, Airbus dan Maxar, yang saat ini memiliki resolusi terbaik di dunia, yaitu 30 cm. Dari data tersebut, kami masih bisa meningkatkan kualitasnya sehingga mendekati hasil drone,” ujarnya di sela-sela pameran IPOC, Kamis (13 November 2025).
Menurut Rizky, pendekatan ini memberikan kecepatan analisis yang signifikan sehingga perusahaan perkebunan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan blok maupun pembukaan areal.
Keunggulan utama teknologi Dabeeo adalah pemetaan yang dilakukan tanpa menghentikan aktivitas operasional kebun. Berbeda dengan penggunaan drone yang kerap membutuhkan akses khusus dan waktu pengolahan data lebih panjang, pemetaan berbasis satelit dapat dilakukan secara periodik dan terjadwal.
“Kami melakukan analisis dua kali setahun. Hasilnya memungkinkan perusahaan untuk melihat perubahan sampai tingkat per pokok,” jelas Rizky.
Ia menuturkan akses data satelit langsung dari Airbus dan Maxar memungkinkan proses pemetaan lebih cepat dibandingkan penyedia lain yang tidak memiliki perjanjian langsung dengan operator satelit tersebut.
Untuk mendukung operasional lapangan, Dabeeo menyediakan platform mobile yang dapat berjalan dalam kondisi offline, menyesuaikan karakteristik lokasi perkebunan yang umumnya minim jaringan telekomunikasi.
“Pengguna bisa melakukan navigasi, membuat laporan, dan membuka data analisis tanpa sinyal. Begitu keluar dari area kebun, seluruh data bisa diunggah ke sistem,” ujarnya.
Aplikasi tersebut juga dikembangkan agar tetap ringan dan kompatibel dengan perangkat ponsel kelas menengah yang banyak digunakan pekerja lapangan.
Waktu analisis yang sangat cepat, dan akurasi yang tinggi, dan juga platform (mobile app dan Web) Dabeeo menawarkan harga yang sangat masuk akal di industrinya.
Dalam paket Basic Analysis, pelanggan mendapat dua kali analisis per tahun.
Rizky menambahkan bahwa selain berbasis satelit, Daabeo juga menyediakan layanan pemrosesan data drone jika pelanggan telah memiliki citra drone sendiri.
“Kami dapat membuat analisis terrain seperti tingkat kemiringan, aliran air, hingga area rawan banjir. Visualisasinya tersedia dalam platform web dan bisa diakses menggunakan laptop standar,” tuturnya.
Dabeo turut menyediakan layanan purna jual berupa pelatihan, pendampingan lapangan, serta bantuan teknis penggunaan platform.
“Kami mendampingi seluruh proses, mulai dari training web platform hingga aktivitas tim lapangan. Pendampingan ini penting agar teknologi benar-benar terimplementasi dengan optimal,” ujar Rizky.
Dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi di sektor perkebunan, Daabeo menargetkan dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang membutuhkan pemetaan cepat, akurat, dan efisien menggunakan data geospasial berpresisi tinggi.
Sumber Berita : sawitindonesia.com












