slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacor UGM Temukan Kandidat Marka Genetik untuk Tingkatkan Efisiensi Serapan Fosfor Kelapa Sawit - Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia
KONTAK KAMI ➤
No Result
View All Result
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia

UGM Temukan Kandidat Marka Genetik untuk Tingkatkan Efisiensi Serapan Fosfor Kelapa Sawit

Mitrasari Prima by Mitrasari Prima
Jumat, 28 Agustus 2026
0 0
0
UGM Temukan Kandidat Marka Genetik untuk Tingkatkan Efisiensi Serapan Fosfor Kelapa Sawit

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Upaya meningkatkan efisiensi pemupukan kelapa sawit mendapat peluang baru melalui pengembangan marka molekuler. Penelitian yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengidentifikasi dua kandidat gen, EgPti1 dan EgPap3, yang berpotensi digunakan untuk menyeleksi tanaman kelapa sawit dengan kemampuan penyerapan fosfor (P) yang lebih efisien.

Dilansir InfoSAWIT dari hasil penelitian UGM berjudul “Identifikasi dan Karakterisasi Gen Terpaut Defisiensi Fosfor Pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)”, Jumat (21/8/2026), penelitian tersebut menempatkan efisiensi penggunaan unsur fosfor sebagai salah satu kunci dalam mendukung sistem perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.

Fosfor merupakan salah satu unsur hara penting yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun, ketersediaannya tidak selalu optimal, terutama pada sejumlah jenis tanah tropis. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pemupukan menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan perkebunan, sekaligus membuka peluang pengembangan varietas yang mampu memanfaatkan fosfor secara lebih efisien.

BacaJuga

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali

Mengenal J100, Bahan Bakar Pesawat Terbang 100 Persen Berbasis Minyak Inti Sawit

Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50

Tandan Kosong Sawit Dibidik Jadi Bahan Baku Bioetanol Generasi Kedua

Penelitian ini berangkat dari studi pendahuluan yang telah menghasilkan dua kandidat marka molekuler terkait efisiensi fosfor, yakni gen EgPti1 dan EgPap3. Kedua gen tersebut kemudian dikaji lebih jauh untuk mengetahui pola ekspresi, aktivitas enzim yang terkait, hubungan antara genotipe dan karakter tanaman, hingga pola pewarisannya.

Peneliti menggunakan dua kelompok material tanam, yakni tanaman kelapa sawit klonal dengan genotipe Prolifik dan non-Prolifik, serta bibit hasil persilangan Dura x Pisifera (DxP). Material DxP tersebut berasal dari tetua heterozigot yang sebelumnya diseleksi berdasarkan variasi single nucleotide polymorphism atau SNP pada kedua gen target.

Untuk mengetahui variasi genetik tanaman, penelitian menggunakan metode Unlabeled Probe High-Resolution Melting (UP-HRM) pada SNP gen EgPti1. Sementara itu, SNP pada gen EgPap3 dianalisis menggunakan metode Cleavage Amplified Polymorphism Sequence (CAPS).

Selanjutnya, progeni yang memiliki alel berbeda diuji dalam kondisi variasi dosis fosfor menggunakan sistem hidroponik kultur air. Tingkat ekspresi gen EgPtil dan EgPap3 kemudian dievaluasi menggunakan metode Real Time Quantitative Polymerase Chain Reaction (RT-qPCR).

“Hasil penelitian menunjukkan adanya respons berbeda antara material klonal dan tanaman hasil persilangan DxP. Pada tanaman klonal dengan genotipe Prolifik, ekspresi kedua gen meningkat pada jaringan akar dan daun. Sementara pada bibit DxP, peningkatan ekspresi EgPti1 dan EgPap3 terutama ditemukan pada bagian akar,” demikian catat abstrak dari penelitian tersebut.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sistem perakaran menjadi salah satu bagian penting dalam respons tanaman terhadap kondisi ketersediaan fosfor. Akar menjadi organ pertama yang berinteraksi dengan unsur hara di media tumbuh dan berperan langsung dalam proses penyerapan nutrisi.

Penelitian juga mengamati aktivitas dua enzim yang dikendalikan oleh kandidat gen tersebut, yakni acid phosphatase (APase) dan serin/treonin kinase. Pada tanaman klonal yang mengalami kondisi kekurangan fosfor, aktivitas kedua enzim meningkat pada akar dan daun.

Sementara pada tanaman DxP, aktivitas APase mengalami peningkatan pada akar dan meningkat secara signifikan pada daun. Aktivitas serin/treonin kinase juga tercatat meningkat secara signifikan pada kedua organ tersebut.

Analisis hubungan antara genotipe dan fenotipe menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) turut menunjukkan pola yang menarik. Genotipe Prolifik diketahui membentuk kelompok yang terpisah dari genotipe netral dan non-Prolifik.

Pemisahan kelompok tersebut menunjukkan adanya keterpautan antara variasi genetik dengan karakter fenotipik yang diamati dalam penelitian. Dengan kata lain, perbedaan pada gen target berpotensi berkaitan dengan kemampuan tanaman dalam merespons kondisi ketersediaan fosfor.

Meski demikian, penelitian juga menemukan bahwa pola pewarisan kedua gen pada hasil persilangan DxP tidak sepenuhnya mengikuti rasio yang diharapkan berdasarkan Hukum Mendel. Analisis Chi-square menunjukkan adanya penyimpangan terhadap rasio segregasi yang secara teoritis diperkirakan.

Hasil tersebut membuka ruang penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme genetik yang memengaruhi pewarisan sifat efisiensi fosfor pada kelapa sawit.

Secara keseluruhan, penelitian UGM ini menghasilkan kandidat marka molekuler yang berpotensi diaplikasikan dalam proses seleksi tanaman kelapa sawit dengan kemampuan penyerapan fosfor yang lebih efisien. Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan berbasis marka molekuler dapat membantu mempercepat proses pemuliaan dan seleksi material tanam.

Bagi industri sawit, pengembangan varietas yang mampu memanfaatkan unsur hara secara lebih efisien berpotensi mendukung pengurangan ketergantungan terhadap pemupukan berlebih, meningkatkan efisiensi biaya produksi, sekaligus memperkuat penerapan praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.

Temuan mengenai gen EgPti1 dan EgPap3 pun menjadi salah satu langkah penting dalam memahami hubungan antara genetika tanaman dan efisiensi penggunaan fosfor, yang ke depan dapat menjadi bagian dari pengembangan inovasi pemuliaan kelapa sawit Indonesia. (T2)

Sumber Berita : infosawit.com

Previous Post

Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali

Next Post

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

BERITA Terkait

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri
Dunia Sawit

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Minggu, 30 Agustus 2026
0
Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali
Dunia Sawit

Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali

Rabu, 26 Agustus 2026
0
Mengenal J100, Bahan Bakar Pesawat Terbang 100 Persen Berbasis Minyak Inti Sawit
Dunia Sawit

Mengenal J100, Bahan Bakar Pesawat Terbang 100 Persen Berbasis Minyak Inti Sawit

Rabu, 26 Agustus 2026
0
Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50
Dunia Sawit

Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50

Minggu, 23 Agustus 2026
0
Tandan Kosong Sawit Dibidik Jadi Bahan Baku Bioetanol Generasi Kedua
Dunia Sawit

Tandan Kosong Sawit Dibidik Jadi Bahan Baku Bioetanol Generasi Kedua

Jumat, 21 Agustus 2026
0
9th Borneo Forum 2026: GAPKI Sebut Inovasi dan Produktivitas Jadi Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia
Berbagi

9th Borneo Forum 2026: GAPKI Sebut Inovasi dan Produktivitas Jadi Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026
0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. Mitrasari Prima
PT. Mitrasari Prima

BERITA POPULER

  • Pimpinan Perusahaan Mitrasari Prima & Agritasarii Prima, saat memberikan bantuan pendidikan.

    Perusahaan Mitrasari Prima & Agritasari Prima Peduli Pendidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asal Muasal China Kembangkan Bibit Sawit Unggul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Pentingnya Berondolan Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palm Co Rencana IPO Akhir Tahun, Siap Bangun Pabrik Biodiesel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jatah Ekspor Minyak Sawit Kembali Dipangkas per 1 Mei 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri

Minggu, 30 Agustus 2026
0
UGM Temukan Kandidat Marka Genetik untuk Tingkatkan Efisiensi Serapan Fosfor Kelapa Sawit

UGM Temukan Kandidat Marka Genetik untuk Tingkatkan Efisiensi Serapan Fosfor Kelapa Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026
0
Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali

Permintaan Tirai Sawit Melejit Saat Musim Kemarau, Omzet Perajin Lebak Tembus Dua Kali

Rabu, 26 Agustus 2026
0
Mengenal J100, Bahan Bakar Pesawat Terbang 100 Persen Berbasis Minyak Inti Sawit

Mengenal J100, Bahan Bakar Pesawat Terbang 100 Persen Berbasis Minyak Inti Sawit

Rabu, 26 Agustus 2026
0
Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50

Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50

Minggu, 23 Agustus 2026
0
Load More
Mitrasari Prima Pelalawan Riau Indonesia

© 2022 PT. Mitrasari Prima. All Rights Reserved.

PT. Mitrasari Prima

  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Video

© 2022 PT. Mitrasari Prima. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Pola Gacor Scatter Hitam